Wakaf sebagai investasi abadi

Siapa sangka, wakaf merupakan salah satu amalan jariyah yang pahalanya akan terus mengalir hingga kiamat walaupun kita mati. Ini merupakan salah satu bentuk harta yang paling bermanfaat ketika bekal di akhirat nanti. Ada sekitar 5 jenis wakaf yang bisa anda pilih salah satu. Jenis wakaf tersebut ialah Tanah kosong, alat perang, hewan atau kendaraan, sumur atau pengairan, dan kebun yang dimanfaatkan hasilnya. Adapun larangan larangan bagi pewakaf telah disebutkan oleh Rasulullah, dalam sebuah hadist

“Sesungguhnya tanah wakaf tidak boleh dijual, tidak boleh dihibahkan, dan tidak boleh diwaris. [HR Bukhari]”.

Photo by Federico Respini on Unsplash
Wakaf Tanah Kosong
Photo by Yuriy Bogdanov on Unsplash
Biasanya banyak orang mewakafkan tanah kosong miliknya untuk keperluan agama. Semisal saja untuk membangun masjid, pesantren atau pendidikan, dan lain sebagainnya. Dengan begini, selama tanah tersebut berdiri bangunan untuk kegiatan ibadah, maka pahala akan terus mengalir.

Wakaf Alat Perang
Photo by Mike Throm on Unsplash
Alat perang merupakan salah satu hal yang bisa diwakafkan. Bukanlah ibn Jamil benci (mengeluarkan zakat), melainkan dia miskin, lalu Allah mencukupinya dan Rasulnya. Adapun Khalid,

sesungguhnya kalian menzhaliminya. Sungguh dia telah mewakafkan baju perangnya, dan dia menyediakannya untuk perang fi sabilillah. [HR Bukhari, no. 1375].

Wakaf kendaraan
Photo by Daniel Klein on Unsplash
Kendaraan merupakan satu diantara benda yang tidak abadi. Para ulama berbeda pendapat mengenai penamaan, apakah itu termasuk wakaf atau hanya sodaqoh. Namun semua itu tetap satu inti, yaitu untuk dijalan Allah. Pada waktu wafatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

tidaklah meninggalkan dirham, tidak pula dinar, tidak pula budak pria, tidak pula budak wanita, dan sedikitpun tidak meninggalkan harta, melainkan keledainya yang putih, senjata dan tanah. Beliau mewakafkan semua barang itu. [HR Bukhari, no. 2661].

Wakaf Sumur atau Sumber Air

Photo by Valentin Lacoste on Unsplash
Sumur akan terus memberikan manfaat bagi makhluk hidup disekitar. Selama sumur tersebut digunakan untuk keperluan sehari hari, maka kita bisa mendapatkan manfaat pahala dan surga dari Allah.

Barangsiapa yang membeli sumur ini dengan uangnya sendiri, sehingga timba yang diletakkan di dalamnya sebagai timbanya orang muslim, dan dia akan mendapat imbalan yang lebih baik di sorga Lalu aku membelinya dengan hartaku sendiri. [HR Ahmad, no. 524; Tirmidzi, no. 3636; Nasa’i, 3551].

Wakaf Kebun
Photo by Michal Mrozek

Kebun yang bermanfaat ternyata bisa mendapatkan pahala. Sama halnya tanah kosong, namun kebun ini dapat dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk kebutuhan sehari hari atau untuk kemaslahatan agama. Sesungguhnya Sa’ad bin Ubadah, tatkala ibunya meninggal dunia, dia tidak berada di rumah.

Lalu dia bertanya : wahai Rasulullah : sesungguhnya Ibuku meninggal dunia , sedangkan saat itu aku tidak ada ,apakah bermanfaat baginya bila aku yang bersodaqoh ? Beliau menjawab: Ya. Dia berkata: Wahai Nabi ! saksikanlah bahwa kebun yang berbuah banyak ini aku wakafkan agar dia dapat pahala. [HR Bukhari, no. 2551]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...